MIN 6 Model Banda Aceh sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KCB), Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI), serta Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Juli 2026, dilaksanakan di ruang guru MIN 6 Model Banda Aceh. Seluruh tenaga pendidik mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias sebagai bagian dari penguatan kapasitas guru dalam menerapkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.

Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Juanda, S.E., M.M., Drs. Nopia Dorsain, Soryidah Lubis, S.Ag., M.A., Hj. Fikriah, S.Ag., M.Pd., dan Dra. Irawati. Para pemateri menyampaikan berbagai materi strategis mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial (AI) dalam proses pembelajaran, serta implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan di madrasah.

Selama pelaksanaan bimtek, para peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga mengikuti praktik penyusunan perangkat pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, serta diskusi interaktif mengenai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.

Rangkaian kegiatan ditutup pada Rabu, 8 Juli 2026, dalam suasana kebersamaan di Pantai Riting, Aceh Besar. Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, H. Salman, S.Ag., M.Pd., yang memberikan apresiasi atas komitmen MIN 6 Model Banda Aceh dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, H. Salman menegaskan bahwa guru madrasah harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta, penguasaan teknologi digital, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial merupakan bagian penting dalam mewujudkan madrasah yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, MIN 6 Model Banda Aceh semakin menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi guru, serta menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, humanis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era transformasi digital.