
Kepala MIN 6 Model Kota Banda Aceh, Dr. Dahrina M, S.Pd., MA, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Pendidikan Madrasah Inklusi (FPMI) Kota Banda Aceh, mendampingi Bunda Inklusi Kota Banda Aceh, Ny. Rosnidar Salman, dalam peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) MIN 2 Kota Banda Aceh, Jumat (6/11/2026).
Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen madrasah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak-anak penyandang disabilitas dan peserta didik berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala MIN 2 Kota Banda Aceh, Mufyeni Musady, S.Pd.I., Koordinator Madrasah Inklusi MIN 2, Koordinator Inklusi MIN 6 Model Banda Aceh, serta sejumlah pengurus yang terlibat dalam pengembangan pendidikan inklusi di lingkungan madrasah.
Kehadiran Dr. Dahrina M dalam kapasitasnya sebagai Ketua FPMI Kota Banda Aceh sekaligus kepala madrasah yang telah mengembangkan program pendidikan inklusi di MIN 6 Model Banda Aceh merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sinergi dan kolaborasi antarmadrasah.
Ia menyampaikan apresiasi atas peresmian ULD MIN 2 Kota Banda Aceh. Menurutnya, pembentukan Unit Layanan Disabilitas merupakan langkah strategis dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif di madrasah.
ULD diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi juga menjadi pusat layanan dan pendampingan bagi peserta didik sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal ini mencakup identifikasi kebutuhan peserta didik, pemberian pendampingan, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan kolaborasi dengan orang tua dan tenaga ahli.
Melalui keberadaan ULD, MIN 2 Kota Banda Aceh diharapkan semakin siap menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, ramah, dan mampu menghargai keberagaman serta potensi setiap anak.
Pendidikan inklusi bukan sekadar memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk mengenyam pendidikan di sekolah atau madrasah reguler. Lebih dari itu, pendidikan inklusi memastikan setiap anak memperoleh pelayanan, pendampingan, dan kesempatan berkembang sesuai dengan kemampuan serta karakteristiknya.
Peresmian ULD MIN 2 Kota Banda Aceh juga menjadi langkah positif dalam mendorong semakin banyak madrasah untuk mengembangkan layanan pendidikan inklusif. Dengan demikian, tidak ada anak yang tertinggal atau kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lembaga pendidikan dalam memberikan ruang yang adil bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang.
Melalui semangat “Mengajar dengan Cara Mereka Belajar, Tumbuh Bersama”, diharapkan komitmen menghadirkan madrasah yang ramah bagi semua anak tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi terus diwujudkan melalui pelayanan, pendampingan, kepedulian, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

