MIN 6 Model Banda Aceh menggelar apel upacara di halaman madrasah pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh murid dan dewan guru dengan tertib dan khidmat.

Dalam amanatnya, Kepala MIN 6 Model Banda Aceh, Dr. Dahrina M., S.Ag., MA., menyampaikan pesan penting mengenai pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Apel tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan kali pertama beliau berdiri di hadapan seluruh keluarga besar MIN 6 Model Banda Aceh dalam kapasitasnya sebagai kepala madrasah.

Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa kehadirannya di MIN 6 Model Banda Aceh bukan sekadar untuk menjalankan tugas kepemimpinan, tetapi juga membawa semangat perubahan demi meningkatkan mutu pendidikan, memperbaiki karakter peserta didik, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis.

“Anak-anak ibu, karakter adalah salah satu kunci untuk menjadikan bangsa ini hebat dan disegani di mata dunia. Karena itu, pendidikan di madrasah bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kejujuran, akhlak, dan bagaimana kita menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Menanamkan Kejujuran Dimulai dari Salat Subuh

Salah satu hal yang menjadi perhatian Kepala Madrasah adalah pembiasaan salat Subuh dan pentingnya menanamkan kejujuran sejak dini. Beliau mengungkapkan bahwa selama satu pekan terakhir, murid-murid mulai ditanya mengenai pelaksanaan salat Subuh. Dari pembiasaan tersebut, masih ditemukan ketidaksesuaian antara pengakuan dan kenyataan.

Beliau mengingatkan bahwa menjadi siswa madrasah harus tercermin dari perilaku yang jujur dan kesungguhan dalam menjalankan kewajiban agama, bukan sekadar mengaku telah melaksanakan ibadah.

Untuk memperkuat pembiasaan tersebut, pihak madrasah akan bekerja sama dengan orang tua. Salah satu langkah yang direncanakan adalah memasang banner di depan pintu masuk madrasah sebagai pengingat agar orang tua memastikan anak-anak telah melaksanakan salat Subuh sebelum diantar ke sekolah.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada pihak madrasah semata. Dibutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, jujur, dan bertanggung jawab.

Beliau juga mengingatkan pentingnya pendidikan agama dalam mencegah perilaku perundungan atau bullying di lingkungan madrasah. Penguatan akhlak dan nilai-nilai agama diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

Disiplin sebagai Cerminan Kepribadian

Selain kejujuran, kedisiplinan menjadi poin penting dalam amanat apel tersebut. Dr. Dahrina menegaskan bahwa disiplin harus dibiasakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ketepatan waktu, cara berpakaian, tutur kata, hingga sikap ketika berinteraksi dan berada di hadapan orang lain.

Beliau mengajak seluruh murid untuk tidak meremehkan kedisiplinan dan senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

“Anak-anak ibu, belajarlah disiplin mulai dari sekarang. Disiplin bukan hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga membentuk kepribadian dan tanggung jawab. Jangan sampai kita tertinggal dari orang lain yang sudah lebih dahulu membiasakan diri hidup disiplin,” pesannya.

Ia berharap nilai kedisiplinan tidak hanya diterapkan selama berada di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di tengah masyarakat.

Budaya Bersih Dimulai dari Kesadaran Diri

Dalam amanatnya, Kepala Madrasah juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan yang masih perlu mendapat perhatian bersama. Ia mengingatkan seluruh murid agar mematuhi peraturan madrasah, khususnya dalam menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk membangun kesadaran bahwa kebersihan bukan semata-mata tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban setiap individu yang berada di lingkungan madrasah.

“Mulai hari ini, ibu ingin tidak ada satu butir sampah pun yang dibuang sembarangan. Biasakan membuang sampah pada tempatnya dan jagalah kebersihan lingkungan kita. Jika masih ditemukan pelanggaran yang berulang, orang tua akan dipanggil untuk bersama-sama melakukan pembinaan,” tegasnya.

Penegasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang bersih, tertib, dan nyaman sebagai lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar.

Komitmen Perubahan dan Tanggung Jawab di Hadapan Allah SWT

Menutup amanatnya, Dr. Dahrina menegaskan komitmennya untuk memimpin MIN 6 Model Banda Aceh dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap setiap kebijakan dan langkah perubahan yang dilakukan dapat membawa kebaikan bagi seluruh keluarga besar madrasah.

Baginya, kepemimpinan bukan hanya tentang menjalankan kewenangan, melainkan juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan, termasuk di hadapan Allah SWT.

Melalui apel upacara tersebut, diharapkan seluruh murid dan guru MIN 6 Model Banda Aceh semakin memperkuat komitmen dalam membangun budaya madrasah yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis, menjunjung tinggi kejujuran, mengutamakan kedisiplinan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan sinergi antara kepala madrasah, guru, orang tua, dan peserta didik, MIN 6 Model Banda Aceh diharapkan terus berkembang menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia

Berita Terkait