
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Model Banda Aceh menggelar kegiatan Workshop Transformasi Pembelajaran dan Asesmen: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Bermakna, Inklusif dengan Penuh Cinta, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Banda Aceh tersebut diikuti sebanyak 41 peserta yang merupakan guru MIN 6 Model Banda Aceh. Workshop ini menjadi bagian dari upaya madrasah meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, inklusif, serta sesuai dengan perkembangan zaman.
Kepala MIN 6 Model Banda Aceh, Bukhari, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari penerapan kurikulum berbasis cinta yang dikembangkan lebih mendalam, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan kokurikuler.
“Workshop hari ini merupakan lanjutan dari kurikulum berbasis cinta yang kita dalami, terutama terkait dengan kokurikuler. Kita berharap hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi guru dan membawa perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran di madrasah,” ujarnya.
Menurut Bukhari, guru juga perlu memahami karakteristik setiap peserta didik agar program kurikuler maupun kokurikuler dapat diterapkan secara tepat dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menyasar wali kelas dan seluruh guru dengan harapan mampu mengubah pola pikir (mindset) dalam mendidik generasi bangsa.
“Dengan kegiatan ini, kita berharap mindset kita dapat berubah ke arah bagaimana mendidik anak-anak bangsa menjadi lebih baik. Proses belajar mengajar harus berjalan dengan baik, minat belajar anak tumbuh, dan karakter positif mereka terbentuk,” katanya.
Bukhari menekankan pentingnya pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di madrasah. Menurutnya, pembentukan karakter dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk pembiasaan pagi yang dilaksanakan setiap hari.
“Ketika pembiasaan baik dilakukan secara konsisten, karakter anak akan terbentuk. Dari karakter yang baik, insyaallah prestasi akan lahir,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Ia mengutip pesan Sayyidina Ali yang mengajarkan agar anak-anak dididik sesuai dengan zamannya. Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai pihak yang melanjutkan tanggung jawab orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
“Pengetahuan yang kita miliki harus menyesuaikan dengan kondisi zaman. Ada pesan Sayyidina Ali, berikanlah pendidikan kepada anak-anakmu sesuai dengan zamannya. Kita sebagai guru menjadi pengganti orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Dr. Salman juga mengingatkan para guru agar memastikan peserta didik hadir secara utuh dalam setiap proses pembelajaran. Pembelajaran, katanya, harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membangun sekat antara guru dengan siswa.
“Dalam setiap pembelajaran, pastikan mereka hadir dan pembelajaran itu menyenangkan. Jangan ada sekat antara kita dengan mereka dalam proses pembelajaran,” katanya.
Ia berharap para guru MIN 6 Model Banda Aceh terus memberikan kontribusi dan menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran. Menurutnya, guru memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan mutu pendidikan.
“Kontribusi dan inovasi dari guru-guru sangat kita harapkan. Guru tersambung langsung dengan mutu pendidikan,” pungkasnya.
Dengan dilaksanakannya workshop ini, MIN 6 Model Banda Aceh diharapkan mampu terus memperkuat kualitas pembelajaran, membangun karakter peserta didik, serta menghadirkan pendidikan yang lebih mendalam, bermakna, inklusif, dan penuh cinta.
Memasuki sesi terakhir, peserta mendapatkan pembekalan dari Bapak Haikal, S.Psi., M.Psi. yang memberikan penguatan dari aspek psikologi pembelajaran dan karakteristik peserta didik.
Dalam pemaparannya, Haikal menekankan pentingnya bagi seorang guru untuk memahami peserta didik secara utuh. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki karakter, potensi, kebutuhan, dan gaya belajar yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran tidak dapat dilakukan secara seragam.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari. Konsep pembelajaran mendalam diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi benar-benar hadir dalam praktik pembelajaran di ruang kelas.
Pembelajaran yang mendalam diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, aktif, dan menyenangkan, sehingga peserta didik tidak hanya mampu menguasai materi, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemampuan melakukan refleksi terhadap proses belajarnya.
Workshop kemudian ditutup dengan refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk terus melakukan inovasi dalam pembelajaran dan asesmen. MIN 6 Model Banda Aceh berkomitmen menjadikan peningkatan kualitas guru sebagai bagian penting dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang semakin berkualitas.

